Senin, 07 Juni 2010

Bawah Garis

Oleh Rika Rahmawati

Jalan,
aku.
Samar nyawa tinggal usia.
Disambung suara rhyma
tanpa
merdu irama.
Bersama tiga lampu. Serta.
Bukan tiang bendera melainkan
rambu-rambu.

Bawah terik,
aku.
Deru lagu.
Nyanyian untuk para tuan.
Deru lagu pinta recehan
dari para tuan kerah putih. Berdasi.
Hasil tahta dan korupsi. Yang.
Membunuh tanpa bercak darah.
Tumpukan koran catatan sejarah.

Kumal,
aku.
Ajak para tuan hendak singgah ke rumah.
Lantai, dinding, langit-langit:
kumpulan sampah.
Bila 'tak sudi: pergi!!
Para tuan tidak berarti.
Para tuan hanya menginjak.
Jalan, bawah terik, kumal:
masih bisa berjalan tanpa tapak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar