Senin, 07 Juni 2010

Yang Ada Sebelum Namanya

Oleh Rika Rahmawati - Toge

Jika esok kita masih bisa berkata
Berkatalah hingga kisah-kisang yang dikubur ditelanjang
Jika esok kita masih bisa berkata
Berkatalah hingga cerita-cerita yang ditimbun dijajar
Jika esok kita masih bisa berkata
Berkatalah hingga sejuta peristiwa yang mengalir di arus berita benar-benar dicungkil diampar

Satu tanah satu ibu
Tapi tidak berarti satu perintah satu kebebasan dijarah
Satu tanah satu ibu
Tapi tidak berarti satu aturan satu harap dijagal dan melayang hilang

Karena setiap jemari bebas berimprovisasi tari
Dan karena setiap suara bebas melantun nyanyi
Dan karena pula hidup bukan sebatas layar 21 inchi
dengan kesamaan persepsi yang hanya barisan fiksi.
Yang ironi.
Diantara kemarin, esok, dan hari ini.

Hujan pun tidak menuntut basah
Pada kemarau yang mengering
Parpol-parpol yang mengurus 'entah'
Berebut kursi saling menggunjing

Aku menyerah dalam keadaan pasrah
Di mana yang ada sebelum namanya
Aku menyerah dalam keadaan pasrah
Di mana derita dalam duka tertimbun menjadi satu dalam tumpukan sejarah
Aku menyerah dalam keadaan pasrah
Di mana keadilan harus tegak berdiri di alam semesta, menerangi penjuru langit dan bumi
Hingga tak ada kata:
"kosong bertemu kosong
menjadi senyap dalam gelap
lalu sunyi dan mati"

Maka, nikmat apakah yang masih dapat kudustakan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar