Oleh Rika Rahmawati
Aku tidak pernah menjawab ataupun balik bertanya
Karena setiap hari pula matahari melepas beribu anak panah ke dada bumi
"aku hanya ingin tunjukan sesuatu kepadamu yang lebih dari sekedar kata-kata
dan inilah kenyataannya [??]"
Maling teriak maling
Teroris yang meneriaki teroris
Di mana 'kyai dan ulama' banyak sudah terbeli
Berceramah di antara kaum serakah
Mengatasnamakan agama dengan dalil-dalil dusta
Saling bercakap dalam ruang sidang seperti Micky Mouse di dunia fantasy
Berkhutbah mengudara bagai radio dan televisi 14 inchi
yang tayang 24 jam
dan yang selalu mengulang petuah-petuah kebohongan
Hingga perut kembung-mual
Hingga merah telinga bengkak karena berbagai dakwah soal akhirat dan moral
Lalu ingin ku tutup mata dengan kain kafan dari mereka yang telah diisi dengan huruf-huruf kafital
Bedebah!!
Apa aku harus mengaku kalah sementara iring-iringan hitam gagak melintas di angkasa seakan menambah duka yang telah menganga [?]
Dan busuk mulai terpatri di pijakan tangga hari
Kata-kata syurga segera mati
Terlabeli di cawan peci haji
Kemudian perlahan neraka membuka jendela
Sebarkan rayap-rayap iblis ke penjuru dunia
Mendedikasikan diri sebagai Nabi
Wahyu-wahyu baru didapati dari sebuah mimpi
yang tak dimengerti karena detik ini semua menatap langit berharap angannya akan terjadi
Kejujuran hanya ada kala kebohongan bukanlah pilihan
Untuk kepentingan eksistensi dan peranan
Sekarang malam telanjang bulan
Sekarang pagi menyepi mentari
Sekarang bintang sebatas bercak hunusan kelam
Kehidupan tidak menyenangkan kala Tuhan adalah alat menyerang